GORONTALO – Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Sofyan A.P. Kau, M.Ag, melepas 110 calon wisudawan Program Sarjana S1 Periode Agustus 2026 dalam acara Ramah Tamah di Graha Nadia, Senin 10 Agustus 2026. Mengusung tema “Mengukir Cerita, Mempererat Rasa” kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi fakultas sekaligus momentum perpisahan sebelum prosesi wisuda.
Acara dihadiri oleh Wakil Rektor 1, Dr. Herson Anwar, M.Pd, para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan, jajaran dosen, kabag TU, tenaga kependidikan, serta keluarga dan para orang tua calon wisudawan. Dalam sambutannya, Prof. Sofyan menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas perjuangan mahasiswa selama 4 hingga 6 tahun perkuliahan.
Kelulusan adalah pencapaian yang patut disyukuri. Tidak penting berapa lama anda kuliah atau berapa IPK anda. Yang paling penting adalah apa yang bisa anda berikan setelah ini. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari doa dan pengorbanan orang tua,” tegas Prof. Sofyan.
Dalam sambutannya, Dekan Syariah menekankan 4 poin utama kepada para lulusan
– Menjadi Sosok yang Bermanfaat Prof. Sofyan mengingatkan bahwa gelar sarjana hingga guru besar tidak akan ada artinya jika tidak memberi dampak. Ia mengutip prinsip khoirunnas anfauhum linnas sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.
– Membentuk Sejarah dan Pengalaman Lulusan didorong untuk tidak hanya “mengukir cerita”, tetapi membuktikannya dalam tindakan nyata hingga menjadi sejarah yang dikenang. Pengalaman hidup dan rasa dalam berproses jauh lebih berharga daripada teori yang bisa anda cari di Google atau di AI,” ujarnya.
– Menjadikan Kelulusan sebagai Langkah Awal Para alumni dianjurkan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau terjun ke dunia wirausaha. Untuk mendukung hal itu, Fakultas Syariah memberikan kemudahan berupa potongan biaya kuliah 25% bagi lulusan yang melanjutkan S2 di Pascasarjana UIN SAG.
– Kebanggaan Generasi Transisi Prof. Sofyan menyebut angkatan ini istimewa karena menjadi generasi pemungkas masa IAIN sekaligus mengawali era baru transformasi kampus menjadi Universitas Islam Negeri.
Di akhir sambutan, Prof. Sofyan juga menyampaikan permohonan maaf dari seluruh pimpinan dan dosen atas segala kekurangan dalam pelayanan akademik. Ia berharap para lulusan dapat menjaga nama baik almamater dan menjadi agen perubahan yang membawa nilai keislaman, keilmuan, dan pengabdian.